Makalah Lup Dan Mikroskop
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
NAMA : IRTIYAAH IMTIYAAZ ZUHRI
KELAS : AKSELERASI 5
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
wr .wb ,
Alhamdulillah,
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat serta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Dengan
dibuatnya makalah ini diharapkan dapat berguna bagi siapapun yang membacanya
dan juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan dari para pembacanya.
Tak lupa kami
mengucapkan beribu banyak terimakasih kepada orang atau pihak yang terkait yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
Kami pun
menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan maupun kesalahan,
karena kami masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu, kami mengharap kritik
dan saran yang bersifat membangun untuk penyusunan makalah di masa depan yang
lebih baik lagi. Amiin.
Watampone, 7 Oktober 2015
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang :
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan,
sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia.
Berbagai peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai
fungsi organ atau menyelidiki fungsi dan penyimpangan pada organ tubuh manusia.
Sama halnya untuk membantu proses bekerja dan aktivitas manusia sehari-hari,
contohnya dalam melihat benda kecil atau mikroorganisme yang tidak bisa
di lihat oleh kasat mata maka dengan ini perlu alat bantu yang mampu
mempermudah dalam mengindentifikasi
hal tersebut dan membantu proses pengerjaan manusia yang berhubungan
dengan benda-benda kecil atau mikroorganisme.
2. Rumusan Masalah :
1.
Apa yang dimaksud mikroskop
2.
Fungsi Mikroskop
3.
Cara Kerja Mikroskop
4.
Apa sajakah bagian dari mikroskop
5.
Jenis-jenis Mikroskop
6.
Sifat
Bayangan Mikroskop
7.
Apa yang dimaksud LUP
8. Bagaimana cara kerja
LUP
9. Apakah fungsi dari LUP
10. Apa saja bagian-bagian dari LUP
11. Bagaimana Pembentukan dan Sifat Bayangan pada LUP
3. Tujuan :
Tujuan menyusun makalah ini adalah :
1.
Mengetahui apa yang
dimaksud Mikroskop
2.
Mengetahuifungsi Mikroskop
3.
Mengetahuicara Kerja Mikroskop
4.
Mengetahui apa sajakah
bagian dari Mikroskop
5.
Mengetahui jenis-jenis Mikroskop
6.
Mengetahui sifat Bayangan Mikroskop
7.
Mengetahui apa yang
dimaksud Lup
8.
Mengetahui bagaimana
cara kerja Lup
9.
Mengetahui fungsi dari
Lup
10. Mengetahui bagian-bagian Lup
11. Mengetahui pembentukan dan sifat bayangan dari Lup
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
MIKROSKOP
a. Pengertian Mikroskop
Mikroskop(Bahasa Yunani : micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat
objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda
kecil dengan menggunakan alat ini disebutMikroskopi dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

b. Fungsi Mikroskop
Fungsi Mikroskop
yang paling utama adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran
mikroskopis. Namun seiring perkembangan waktu, jenis-jenis mikroskop mulai
beragam dan masing-masing memiliki fungsi yang lebih detil. Meskipun kesemua
fungsi tersebut tentu saja masih mengakar pada fungsi utamanya yakni: mengamati
objek yang dengan ukuran mikroskopis.
c.
Cara Kerja Mikroskop
Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan
bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat
pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek
sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu
lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu
menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang
terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan
berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif
berkisar antara 4 hingga 25 kali.
Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi
guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga
dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
d. Bagian bagian mikroskop :
Bagian-bagian dari mikroskop Cahaya:
1. Lensa Okuler
2. Lensa Objektif
3. Lensa Objektif Yang
Lain
4. Pengatur Focus
5. Pengatur Fokus
Secara Halus
6. Papan Letak Objek/Sampel/Preparat Yang
Dilihat
7. Sumber Cahaya
8. Kondensor Cahaya
9. Penjepit Sampel
e.
Jenis-jenis Mikroskop
Mikroskop merupakan alat yang memungkinkan
seseorang bisa mengamati dan mempelajari struktur terkecil sebuah benda dan
atau tubuh mikroorganisme semacam virus juga bakteri.Mikroskop ini terdiri atas
dua kata yang kedua berasal dari Yunani, micros dan scopein.Micros sendiri
berarti kecil sementara kata scopein berarti melihat.Jadi secara sederhana
mikroskop merupakan alat untuk melihat sesuatu yang kecil dengan mata.Pada
mulanya, mikroskop yang ditemukan Thonius Philips Van Leewenhoek hanya mampu
melihat dengan pembesaran sampai 200 kali lipat.Namun dewasa ini, seiring
perkembangan penelitian yang kemudian menyempurnakan mikroskop, kemampuannya
seolah tak terbatas lagi.Perubahan zaman dan teknologi ikut menyempurnakan
mikroskop.Berkaitan dengan jenis-jenis mikroskop, pembagiannya cukup rumit
sebab tidak seragam. Secara sederhana, berdasarkan jumlah lensanya, mikroskop
dibagi ke dalam dua jenis yakni:
1. Mikroskop lensa okuler
atau lensa tunggal. Ini merupakan jenis mikroskop yang pertama diciptakan.
2. Mikroskop multi-lensa.
Merupakan jenis mikroskop yang dikembangkan dari mikroskop lensa okuler dan
lazim digunakan dewasa ini.
Sementara itu, berdasarkan sumber cahayanya, jenis-jenis mikroskop
dibagi atas:
1. Mikroskop Cahaya. Jenis mikroskop yang satu ini
mempunyai kemampuan memperbesar objek sebanyak 1000 kali lipat. Ia memiliki
bagian penyangga yang kokoh juga berat. Bagian tersebut memiliki fungsi sebagai
penopang. Mikroskop cahaya tersusun atas 3 dimensi lensa antara lain lensa
objektif, lensa okuler dan juga lensa kondesor. Lensa kondesor memiliki fungsi
untuk menerangi objek yang hendak diamati serta menerangi lensa lainnya. Adapun
lensa objektif, ia berperan sebagai pembentuk bayangan pada tingkatan pertama.
Bagian lensa ini yang menentukan susunan serta bagian dari objek yang diteliti.
Terakhir, lensa okuler berfungsi memperbesar bayangan yang dihasilkan atau
dibentuk oleh lensa objektif.
2. Mikroskop Elektron. Jenis mikroskop yang satu
ini bisa mengamati sebuah objek dengan pembesaran sampai 2 juta kali. Ia
menggunakan teknologi elektro magnetic juga elektro static dalam mensetting
pencahayaan juga tampilan objek. Mikrosko jenis ini memang cukup luar biasa
sebab mampu menampilkan gambar lebih jelas juga dengan resolusi yang lebih
sempurna ketimbang jenis mikroskop lainnya.
Lebih detil, mikroskop cahaya kembali dibagi
menjadi dua kelompok umum yang didasarkan pada tingkat kerumitan kegiatan
pengamatannya, jenis-jenis mikroskop tersebut adalah:
1. Mikroskop Diseksi, yakni jenis mikroskop yang
digunakan untuk mengamati bagian permukaan.
2. Mikroskop yang digunakan untuk mengamati bagian
dalam objek.
Mikroskop jenis kedua ini kemudian dibagi lagi
menjadi dua bagian, antara lain:
1. Mikroskop Monokuler, yakni jenis mikroskop yang
digunakan mengamati bagian dalam objek dengan menggunakan 1 lensa okuler saja.
2. Mikroskop Binokuler, adalah jenis mikroskop
yang digunakan juga mengamati bagian dalam objek tetapi lensanya berjumlah 2
lensa okuler.
Jika didasarkan pada tingkat kerumitan objek
yang hendak diamati, maka jenis-jenis mikroskop antara lain:
1. Mikroskop sederhana.
Jenis yang satu ini umumnya digunakan di laboratorium sekolah.
2. Mikroskop Riset, yakni
jenis mikroskop yang digunakan para ahli dalam penelitian.
Masih ada banyak jenis-jenis mikroskop lainnya antara lain mikroskop
pender, mikroskop digital, mikroskop ultraviolet, mikroskop medan gelap dan
masih banyak lagi lainnya. Mikroskop digital merupakan jenis mikroskop modern
yang bisa tersambung langsung dengan perangkat komputer.Mikroskop pendar
merupakan jenis mikroskop yang digunakan dalam mengamati objek asing atau benda
asing atau antigen yang terdapat di dalam jaringan.Reaksi antigen ini cukup
khas dan bisa diamati dengan jelas jika ada pewarna pendar.Mikroskop Medan
Gelap merupakan jenis mikroskop yang lazim digunakan dalam mengamati bakteri
yang masih hidup dengan struktur tubuh yang sangat tipis. Terakhir mikroskop ultraviolet,
yakni jenis mikroskop yang menggunakan cahaya ultraviolet sehingga daya pisah
objek bisa ditingkatkan sebanyak 2 kali lipat jika dibandingkan dengan jenis
mikroskop lainnya
f. Struktur
Mikroskop
Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop,
yaitu:Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa
okuler dan Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma,
meja objek/meja preparat, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek
(preparat), dan sumber cahaya.
g. Pembesaran
Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan
bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung
pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan
okuler f2, panjang tubulus ataujarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler
dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus\{vm}=\frac {t.sn} {f_1. f_2 }
Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi
maksimum
M_{mik}=M_{ob}\times
M_{ok}=(\frac{S’_{ob}} { S_{ob}})\times (\frac{sn}{f_ok}}+1)
Agar mata berakomodasi maksimum,
jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d= S’_{ob}+S_{ok}= S’_{ob}+\frac
{sn\times f_{ok}} {sn+f_{ok}}
Dengan ketentuan:
\!M_{mik}= Pembesaran mikroskop
\!M_{ob}= Pembesaran oleh lensa objektif
\!M_{ok}= Pembesaran oleh lensa
okuler (seperti perbesaran pada lup)
\sn= Titik dekat mata
\!f_{ok}= jarak
fokus lensa okuler
\!S’_{ob}= jarak bayangan oleh lensa objektif
\!S_{ob}= jarak
benda di depan lensa objektif
\!d=jarak lensa objektif dan lensa okuler
h.
Sifat Bayangan
Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya
merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan
sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi
benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah
lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama
seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada
mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar
benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop
cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A
yang terbalik dan diperbesar.
Proses pembentukan bayangan pada
mikroskop Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan
pembesaran lensa okuler, sehingga dirumuskan:
M_{mik}={m_{ob}\times M_{ok}
Pada Gambar
terlihat bahwa bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop bersifat maya,
terbalik, dan diperbesar.
2. LUP (KACA PEMBESAR)
a. Pengertian Lup
(Kaca Pembesar)
Kaca pembesar adalah sebuah
lensa
cembung yang mempunyai titik fokus yang dekat dengan lensayan. benda yang akan diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup
tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut.
Bayangan yang dihasilkan bersifat tegak, , dan diperbesar. Lup ditemukan oleh seorang dari arab. Bernama abu ali
al-hasan ibn al-haitham
b.
Pembesaran
V=\frac {\tan\epsilon} { \tan\epsilon_o} =\frac {\frac{o}{f}} {\frac{o} {s_o}}
=\frac {s_o} {f} =\frac {25\mathrm {cm}} {f}
V Perbesaran angular
\epsilon_O
Sudut pandang tanpa Lup
\epsilon Sudut pandang
dengan Lup
S_O pandang normal
O Besar objek
fTitik fokus
c.
Cara Kerja LUP (Kaca Pembesar)
Alat optik yang
paling sederhana adalah lup atau kaca pembesar (magnifying glass). Kaca
pembesar terdiri atas lensa cembung ganda, yang kedua sisi luarnya melengkung
ke luar. Sinar-sinar cahaya yang melewati lensa itu membelok ke dalam untuk
mengumpul di sebuah titik focus pada kedua sisi lensa. Jarak dari pusat lensa
ke titik fokus, kira-kira 12 cm pada kaca pembesar yang umum, disebut jarak
fokus.
Sebuah kaca
pembesar dipegang di atas sebuah benda pada jarak yang lebih pendek daripada
jarak fokus (ruang I), benda itu tampak tegak dan diperbesar. Pada jarak
yang sama (ruang II) atau lebih panjang daripada jarak fokus (ruang III), lensa
akan menghasilkan suatu bayangan terbalik, dan disebut bayangan nyata.
Dalam
penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang
satu (antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang
diperbesar dan maya. Perbesaran yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran
anguler atau perbesaran sudut.
- Perbesaran anguler atau perbesaran sudut
- Perbesaran sudut
M = perbesaran sudut
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter
a. Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi
maksimum
Mata berakomodasi maksimum yaitu cara memandang
obyek pada titik dekatnya (otot siliar bekerja maksimum untuk menekan lensa
agar berbentuk secembung-cembungnya).
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi
maksimum, maka yang perlu diperhatikan adalah:
1.Bayangan yang
dibentuk lup harus berada di titik dekat mata
2. Benda Yang
Diamati Harus Diletakkan Di Antara Titik Fokus Dan Lensa
3. Kelemahan :
Mata Cepat Lelah
4. Keuntungan :
Perbesaran Bertambah (Maksimum)
5. Sifat
Bayangan : Maya, Tegak, Dan Diperbesar
Perhitungan
Si = -PP = -Sn
Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup
digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi.
d.
Fungsi Lup
Lup
berfungsi untuk mengamati benda-benda kecil sehingga tampak menjadi besar dan
lebih jelas yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung dengan
menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif .
e.
Bagian- Bagian
Lup
Lup merupakan alat optik yang sangat sederhana, namun sangat membantu dalam proses pengamatan yang mudah dan praktis.
1. Tangkai Lup
Tangkai atau pegangan lup digunakan pengamat untuk memegang Lup
Pada proses penggunaanya. Tangkai ini dapat dipisahkan dengan lingkaran
Pegangan Lensa.
2. Skrup Pengendali
Skrup penghubung ini berfungsi menghubungkan antara tangkai Lup
dengan kepala Lup, berupa logam tipis yang juga berfungsi menguatkan
pegangan kepala Lup terhadap Lensa cembungnya
3. Kepala/bingkai Lup
Lingkaran penuh yang digunakan sebagai bingkai dari Lensa cembung
pada Lup. Bingkai ini mirip dengan bingkai kacamata yang memegang Lensa,
akan tetapi bingkai kepala Lup berupa Lingkaran penuh.
4. Lensa Cembung Lup
Lup menggunakan lensa cembung, yang berfungsi memperbesar benda
berukuran kecil sehingga tampak besar.
f. Pembentukan dan
Sifat Bayangan pada LUP
Ada 2 cara dalam menggunakan lup, yaitu dengan
mata berakomodasi dan dengan mata tak berakomodasi.
Untuk mata
normal dan berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk berada pada jarak
baca normal (sn) yaitu 25 cm. Oleh karena itu, perbesaran bayangan pada lup
dapat dituliskan M = s’/ s , karena s’ = 25 cm, maka perbesarannya menjadi M =
25 / s.
Lup terbuat dari sebuah lensa cembung, sehingga persamaan lup sama dengan
persamaan lensa cembung.
Perbesaran
Bayangan (M) :
Untuk mata
berakomodasi maksimum s’ = -25 cm (tanda negative (-) menunjukan bayangan di
depan lensa
Sifat
bayangan yang dihasilkan lup adalah maya, tegak, dan diperbesar Untuk mata tak
berakomodasi, bayangan terbentuk di tak terhingga (s’ = ∞ ) sehingga perbesaran
bayangan yang dibentuk lup untuk mata tak berakomodasi adalah sebagai berikut:
g. Jarak Titik Fokus Suatu Lup
Titik fokus suatu lup menentukan perbesaran yang
dihasilkan, oleh karena itu titik fokusnya adalah besaran yang perlu diketahui
(lihat juga dibawah). Dalam penggunaan sehari-hari jarak titik fokus dari sebuah lup dapat ditentukan dengan
percobaan sederhana cahaya dapat dikumpulkan di satu titik yang berjarak
tertentu dari lensa lup. Apabila cahaya mencapai tingkat energi yang tinggi
maka kertas, serpih kayu, atau lainnya dapat terbakar ketika diletakkan di
bawah lup tersebut. Dalam hal ini cahaya dikumpulkan di sebuah titik yang
disebut titik fokus atau titik api yang sifatnya maya atau semu bukan nyata
atau di belakang lensa tersebut.
Metode lain yang lebih
nyata untuk menentukan jarak titik fokus
atau disebut juga autoklimasi dapat menggunakan:
·
Persamaan gambar
Newtonschen (juga dapat diturunkan dari persamaan lensa)
·
Metode Bessel
·
Metode Abbe
BAB
III
PENUTUP
I.
KESIMPULAN
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat
dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat
ini disebutMikroskopi dan kata
mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.Fungsi mikroskop yang paling utama adalah untuk melihat dan mengamati
objek dengan ukuran mikroskopis.
Lup adalah alat
optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung yang digunakan untuk mengamati
benda-benda kecil sehingga tampak lebih besar dan jelas. Bayangan yang dibentuk
oleh lup bersifat maya, tegak dan diperbesar. Pengamatan dengan lup dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan
mata tidak berakomodasi.
II.
SARAN
Alat
optik merupakan alat yang sangat vital bagi kebutuhan manusia, terutama untuk
kita melihat, dan selain itu dari segi sains alat optik memudahkan kita
mengamati sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Olehnya itu
dengan belajar Fisika kita akan mengetahui bagaimana prinsip kerja dari alat
optik tersebut.
http://tkj2mak.blogspot.com/2012/03/kaca-pembesar.html,Purjiyanta,
Eka dkk. 2006. IPA TERPADU. Jakarta: Erlangga. Sumarwan, Drs dkk. 2006. Ilmu
Pengetahuan Alam SMP. Jakarta: Erlangga,
https://www.google.com/search?q=gambar+mikroskop&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-beta&channel=sb,https://www.google.com/search?q=gambar+lup&ie=utf-8&oe=utf8&aq=t&rls=org.Mozill a :en-US:official&client=firefox-beta&channel=fflb.http://www.google.com/url?sa=t&rct
=j&q=&esrc=s&source=web&cd=11&cad=rja&uact=8&ved=0CFgQFjAKahUKEwjN-P
%3txbDIAhUFCY4KHUCjBu4&url=.http%3A%2F%2Fwww.rumus-fisika.com %2F20
15%2F01%2Flup-kaca-pembesar.html&us=AFQjCNGp9K8D9oavV
fuV7jd_1z11rl-m7Q.
Mohon maaf apabila ada kesalahan kata,, Semoga bermanfaat.
Hormat Penulis
Irtiyaah.zzhr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar