Rabu, 02 Maret 2016

Makalah Mengenai Lup Dan Mikroskop


Makalah Lup Dan Mikroskop

D

I

S

U

S

U

N


OLEH :


NAMA : IRTIYAAH IMTIYAAZ ZUHRI

KELAS : AKSELERASI 5



­KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr .wb ,
Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan dapat berguna bagi siapapun yang membacanya dan juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan dari para pembacanya.
Tak lupa kami mengucapkan beribu banyak terimakasih kepada orang atau pihak yang terkait yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Kami pun menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan maupun kesalahan, karena kami masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu, kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyusunan makalah di masa depan yang lebih baik lagi. Amiin.



Watampone, 7 Oktober 2015







Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang :

                        Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Berbagai peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki fungsi dan penyimpangan pada organ tubuh manusia. Sama halnya untuk membantu proses bekerja dan aktivitas manusia sehari-hari, contohnya dalam melihat  benda kecil atau mikroorganisme yang tidak bisa di lihat oleh kasat mata maka dengan ini perlu alat bantu yang mampu mempermudah dalam mengindentifikasi hal tersebut dan membantu  proses pengerjaan manusia yang berhubungan dengan benda-benda kecil atau mikroorganisme.

2.      Rumusan Masalah :

1.      Apa yang dimaksud mikroskop
2.      Fungsi Mikroskop
3.      Cara Kerja Mikroskop
4.      Apa sajakah bagian dari mikroskop
5.      Jenis-jenis Mikroskop
6.       Sifat Bayangan Mikroskop
7.      Apa yang dimaksud LUP
8.      Bagaimana cara kerja LUP
9.      Apakah fungsi dari LUP
10.   Apa saja bagian-bagian dari LUP
11.   Bagaimana Pembentukan dan Sifat Bayangan pada LUP

3.      Tujuan :

Tujuan menyusun makalah ini adalah :

1.      Mengetahui apa yang dimaksud Mikroskop
2.      Mengetahuifungsi Mikroskop
3.      Mengetahuicara Kerja Mikroskop
4.      Mengetahui apa sajakah bagian dari Mikroskop
5.      Mengetahui jenis-jenis Mikroskop
6.      Mengetahui sifat Bayangan Mikroskop
7.      Mengetahui apa yang dimaksud Lup
8.      Mengetahui bagaimana cara kerja Lup
9.      Mengetahui fungsi dari Lup
10.  Mengetahui bagian-bagian  Lup
11.  Mengetahui pembentukan dan sifat bayangan dari Lup





BAB II
PEMBAHASAN
1.       MIKROSKOP

a.      Pengertian Mikroskop

Mikroskop(Bahasa Yunani : micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebutMikroskopi dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
http://www.sridianti.com/wp-content/uploads/2015/05/Mikroskop-senyawa-400x400.jpg

b.      Fungsi Mikroskop

Fungsi Mikroskop yang paling utama adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran mikroskopis. Namun seiring perkembangan waktu, jenis-jenis mikroskop mulai beragam dan masing-masing memiliki fungsi yang lebih detil. Meskipun kesemua fungsi tersebut tentu saja masih mengakar pada fungsi utamanya yakni: mengamati objek yang dengan ukuran mikroskopis.

c.       Cara Kerja Mikroskop
Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

d.      Bagian bagian mikroskop :


   Bagian-bagian dari mikroskop Cahaya:
1. Lensa Okuler
2. Lensa Objektif
3. Lensa Objektif Yang Lain
4. Pengatur Focus
5. Pengatur Fokus Secara Halus
6. Papan Letak Objek/Sampel/Preparat Yang Dilihat
7. Sumber Cahaya
8. Kondensor Cahaya
9. Penjepit Sampel

e.                   Jenis-jenis Mikroskop

Mikroskop merupakan alat yang memungkinkan seseorang bisa mengamati dan mempelajari struktur terkecil sebuah benda dan atau tubuh mikroorganisme semacam virus juga bakteri.Mikroskop ini terdiri atas dua kata yang kedua berasal dari Yunani, micros dan scopein.Micros sendiri berarti kecil sementara kata scopein berarti melihat.Jadi secara sederhana mikroskop merupakan alat untuk melihat sesuatu yang kecil dengan mata.Pada mulanya, mikroskop yang ditemukan Thonius Philips Van Leewenhoek hanya mampu melihat dengan pembesaran sampai 200 kali lipat.Namun dewasa ini, seiring perkembangan penelitian yang kemudian menyempurnakan mikroskop, kemampuannya seolah tak terbatas lagi.Perubahan zaman dan teknologi ikut menyempurnakan mikroskop.Berkaitan dengan jenis-jenis mikroskop, pembagiannya cukup rumit sebab tidak seragam. Secara sederhana, berdasarkan jumlah lensanya, mikroskop dibagi ke dalam dua jenis yakni:

1.      Mikroskop lensa okuler atau lensa tunggal. Ini merupakan jenis mikroskop yang pertama diciptakan.
2.      Mikroskop multi-lensa. Merupakan jenis mikroskop yang dikembangkan dari mikroskop lensa okuler dan lazim digunakan dewasa ini.

Sementara itu, berdasarkan sumber cahayanya, jenis-jenis mikroskop dibagi atas:

1.      Mikroskop Cahaya. Jenis mikroskop yang satu ini mempunyai kemampuan memperbesar objek sebanyak 1000 kali lipat. Ia memiliki bagian penyangga yang kokoh juga berat. Bagian tersebut memiliki fungsi sebagai penopang. Mikroskop cahaya tersusun atas 3 dimensi lensa antara lain lensa objektif, lensa okuler dan juga lensa kondesor. Lensa kondesor memiliki fungsi untuk menerangi objek yang hendak diamati serta menerangi lensa lainnya. Adapun lensa objektif, ia berperan sebagai pembentuk bayangan pada tingkatan pertama. Bagian lensa ini yang menentukan susunan serta bagian dari objek yang diteliti. Terakhir, lensa okuler berfungsi memperbesar bayangan yang dihasilkan atau dibentuk oleh lensa objektif.
2.      Mikroskop Elektron. Jenis mikroskop yang satu ini bisa mengamati sebuah objek dengan pembesaran sampai 2 juta kali. Ia menggunakan teknologi elektro magnetic juga elektro static dalam mensetting pencahayaan juga tampilan objek. Mikrosko jenis ini memang cukup luar biasa sebab mampu menampilkan gambar lebih jelas juga dengan resolusi yang lebih sempurna ketimbang jenis mikroskop lainnya.
Lebih detil, mikroskop cahaya kembali dibagi menjadi dua kelompok umum yang didasarkan pada tingkat kerumitan kegiatan pengamatannya, jenis-jenis mikroskop tersebut adalah:

1.      Mikroskop Diseksi, yakni jenis mikroskop yang digunakan untuk mengamati bagian permukaan.
2.      Mikroskop yang digunakan untuk mengamati bagian dalam objek.
Mikroskop jenis kedua ini kemudian dibagi lagi menjadi dua bagian, antara lain:

1.      Mikroskop Monokuler, yakni jenis mikroskop yang digunakan mengamati bagian dalam objek dengan menggunakan 1 lensa okuler saja.
2.      Mikroskop Binokuler, adalah jenis mikroskop yang digunakan juga mengamati bagian dalam objek tetapi lensanya berjumlah 2 lensa okuler.
Jika didasarkan pada tingkat kerumitan objek yang hendak diamati, maka jenis-jenis mikroskop antara lain:

1.      Mikroskop sederhana. Jenis yang satu ini umumnya digunakan di laboratorium sekolah.
2.      Mikroskop Riset, yakni jenis mikroskop yang digunakan para ahli dalam penelitian.

Masih ada banyak jenis-jenis mikroskop lainnya antara lain mikroskop pender, mikroskop digital, mikroskop ultraviolet, mikroskop medan gelap dan masih banyak lagi lainnya. Mikroskop digital merupakan jenis mikroskop modern yang bisa tersambung langsung dengan perangkat komputer.Mikroskop pendar merupakan jenis mikroskop yang digunakan dalam mengamati objek asing atau benda asing atau antigen yang terdapat di dalam jaringan.Reaksi antigen ini cukup khas dan bisa diamati dengan jelas jika ada pewarna pendar.Mikroskop Medan Gelap merupakan jenis mikroskop yang lazim digunakan dalam mengamati bakteri yang masih hidup dengan struktur tubuh yang sangat tipis. Terakhir mikroskop ultraviolet, yakni jenis mikroskop yang menggunakan cahaya ultraviolet sehingga daya pisah objek bisa ditingkatkan sebanyak 2 kali lipat jika dibandingkan dengan jenis mikroskop lainnya

f.         Struktur Mikroskop

Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler dan Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek/meja preparat, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek (preparat), dan sumber cahaya.

g.          Pembesaran

Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus ataujarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus\{vm}=\frac {t.sn} {f_1. f_2 }
Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum
M_{mik}=M_{ob}\times M_{ok}=(\frac{S’_{ob}} { S_{ob}})\times (\frac{sn}{f_ok}}+1)

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d= S’_{ob}+S_{ok}= S’_{ob}+\frac {sn\times  f_{ok}} {sn+f_{ok}}
Dengan ketentuan:

\!M_{mik}= Pembesaran mikroskop
         \!M_{ob}= Pembesaran oleh lensa objektif
        \!M_{ok}= Pembesaran oleh lensa okuler (seperti perbesaran pada lup)
        \sn= Titik dekat mata
         \!f_{ok}=   jarak fokus lensa okuler
         \!S’_{ob}= jarak bayangan oleh lensa objektif
         \!S_{ob}=  jarak benda di depan lensa objektif
         \!d=jarak lensa objektif dan lensa okuler

h.                Sifat Bayangan

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.

Proses pembentukan bayangan pada mikroskop Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler, sehingga dirumuskan:
M_{mik}={m_{ob}\times  M_{ok}


Pada Gambar terlihat bahwa bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.



2.     LUP (KACA PEMBESAR)

a.      Pengertian Lup (Kaca Pembesar)

Kaca pembesar adalah sebuah  lensa cembung yang mempunyai titik fokus yang dekat dengan lensayan. benda yang akan diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa  lup tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Bayangan yang dihasilkan bersifat  tegak, , dan diperbesar. Lup ditemukan oleh seorang dari  arab. Bernama abu ali al-hasan ibn al-haitham

b.         Pembesaran

V=\frac {\tan\epsilon} { \tan\epsilon_o} =\frac {\frac{o}{f}} {\frac{o} {s_o}} =\frac {s_o} {f} =\frac {25\mathrm {cm}} {f}
V Perbesaran angular
\epsilon_O  Sudut pandang tanpa Lup
\epsilon Sudut pandang dengan Lup
S_O pandang normal
O Besar objek
fTitik fokus

c.       Cara Kerja LUP (Kaca Pembesar)

Alat optik yang paling sederhana adalah lup atau kaca pembesar (magnifying glass). Kaca pembesar terdiri atas lensa cembung ganda, yang kedua sisi luarnya melengkung ke luar. Sinar-sinar cahaya yang melewati lensa itu membelok ke dalam untuk mengumpul di sebuah titik focus pada kedua sisi lensa. Jarak dari pusat lensa ke titik fokus, kira-kira 12 cm pada kaca pembesar yang umum, disebut jarak fokus.
Sebuah kaca pembesar dipegang di atas sebuah benda pada jarak yang lebih pendek daripada jarak fokus (ruang I), benda itu tampak tegak dan diperbesar. Pada jarak yang sama (ruang II) atau lebih panjang daripada jarak fokus (ruang III), lensa akan menghasilkan suatu bayangan terbalik, dan disebut bayangan nyata.
Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang satu (antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya. Perbesaran yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran anguler atau perbesaran sudut.

 - Perbesaran anguler atau perbesaran sudut
 - Perbesaran sudut

M = perbesaran sudut
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter

a.   Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum
Mata berakomodasi maksimum yaitu cara memandang obyek pada titik dekatnya (otot siliar bekerja maksimum untuk menekan lensa agar berbentuk secembung-cembungnya).
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan adalah:
1.Bayangan yang dibentuk lup harus berada di titik dekat mata
2. Benda Yang Diamati Harus Diletakkan Di Antara Titik Fokus Dan Lensa
3. Kelemahan : Mata Cepat Lelah
4. Keuntungan : Perbesaran Bertambah (Maksimum)
5. Sifat Bayangan : Maya, Tegak, Dan Diperbesar

Perhitungan
                Si = -PP = -Sn
Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi.

d.      Fungsi Lup
Lup berfungsi untuk mengamati benda-benda kecil sehingga tampak menjadi besar dan lebih jelas yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung dengan menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif .

e.       Bagian- Bagian Lup

Lup merupakan alat optik yang sangat sederhana, namun sangat membantu dalam proses pengamatan yang mudah dan praktis. 
1.      Tangkai Lup 
Tangkai  atau  pegangan  lup  digunakan  pengamat  untuk  memegang  Lup  Pada proses penggunaanya. Tangkai  ini  dapat  dipisahkan  dengan  lingkaran Pegangan Lensa.  
2.      Skrup Pengendali 
Skrup  penghubung  ini  berfungsi  menghubungkan  antara  tangkai  Lup 
dengan  kepala  Lup,  berupa  logam  tipis  yang  juga  berfungsi  menguatkan 
pegangan kepala Lup terhadap Lensa cembungnya
3.      Kepala/bingkai Lup
Lingkaran  penuh  yang  digunakan  sebagai  bingkai  dari  Lensa  cembung  pada Lup. Bingkai ini mirip dengan bingkai kacamata yang memegang Lensa, akan tetapi bingkai kepala Lup berupa Lingkaran penuh. 
4.      Lensa Cembung Lup
Lup menggunakan lensa cembung,  yang berfungsi memperbesar benda
berukuran kecil sehingga tampak besar.

f.       Pembentukan dan Sifat Bayangan pada LUP

Ada 2 cara dalam menggunakan lup, yaitu dengan mata berakomodasi dan dengan mata tak berakomodasi.

Untuk mata normal dan berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk berada pada jarak baca normal (sn) yaitu 25 cm. Oleh karena itu, perbesaran bayangan pada lup dapat dituliskan M = s’/ s , karena s’ = 25 cm, maka perbesarannya menjadi M = 25 / s.
Lup terbuat dari sebuah lensa cembung, sehingga persamaan lup sama dengan persamaan lensa cembung.


Perbesaran Bayangan (M) :

Untuk mata berakomodasi maksimum s’ = -25 cm (tanda negative (-) menunjukan bayangan di depan lensa 

Sifat bayangan yang dihasilkan lup adalah maya, tegak, dan diperbesar Untuk mata tak berakomodasi, bayangan terbentuk di tak terhingga (s’ = ∞ ) sehingga perbesaran bayangan yang dibentuk lup untuk mata tak berakomodasi adalah sebagai berikut:


g.      Jarak Titik Fokus Suatu Lup

Titik fokus suatu lup menentukan perbesaran yang dihasilkan, oleh karena itu titik fokusnya adalah besaran yang perlu diketahui (lihat juga dibawah). Dalam penggunaan sehari-hari jarak titik fokus dari sebuah lup dapat ditentukan dengan percobaan sederhana cahaya dapat dikumpulkan di satu titik yang berjarak tertentu dari lensa lup. Apabila cahaya mencapai tingkat energi yang tinggi maka kertas, serpih kayu, atau lainnya dapat terbakar ketika diletakkan di bawah lup tersebut. Dalam hal ini cahaya dikumpulkan di sebuah titik yang disebut titik fokus atau titik api yang sifatnya maya atau semu bukan nyata atau di belakang lensa tersebut.
Metode lain yang lebih nyata untuk menentukan jarak titik fokus atau disebut juga autoklimasi dapat menggunakan:

·         Persamaan gambar Newtonschen (juga dapat diturunkan dari persamaan lensa)
·         Metode Bessel
·         Metode Abbe


BAB III
PENUTUP

I.             KESIMPULAN

Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebutMikroskopi dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.Fungsi mikroskop yang paling utama adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran mikroskopis.

Lup adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil sehingga tampak lebih besar dan jelas. Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak dan diperbesar. Pengamatan dengan lup dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tidak berakomodasi.


II.             SARAN

  Alat optik merupakan alat yang sangat vital bagi kebutuhan manusia, terutama untuk kita melihat, dan selain itu dari segi sains alat optik memudahkan kita mengamati sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Olehnya itu dengan belajar Fisika kita akan mengetahui bagaimana prinsip kerja dari alat optik tersebut.




DAFTAR PUSTAKA

http://tkj2mak.blogspot.com/2012/03/kaca-pembesar.html,Purjiyanta, Eka dkk. 2006. IPA TERPADU. Jakarta: Erlangga. Sumarwan, Drs dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam SMP. Jakarta: Erlangga, https://www.google.com/search?q=gambar+mikroskop&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-beta&channel=sb,https://www.google.com/search?q=gambar+lup&ie=utf-8&oe=utf8&aq=t&rls=org.Mozill a :en-US:official&client=firefox-beta&channel=fflb.http://www.google.com/url?sa=t&rct =j&q=&esrc=s&source=web&cd=11&cad=rja&uact=8&ved=0CFgQFjAKahUKEwjN-P %3txbDIAhUFCY4KHUCjBu4&url=.http%3A%2F%2Fwww.rumus-fisika.com %2F20 15%2F01%2Flup-kaca-pembesar.html&us=AFQjCNGp9K8D9oavV fuV7jd_1z11rl-m7Q.

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata,, Semoga bermanfaat.


Hormat Penulis


Irtiyaah.zzhr




Tidak ada komentar:

Posting Komentar