Contoh Kalimat Denotasi
- Adik
kecilku sangat suka menggigit jari
- Zakiyan
memiliki seekor sapi perah
- Ibu
Andi kepasar beli daging sapi
- Tangan
Reno terkena api,ketika bermain api
- Adik
duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa
- Diana
menanam bunga dihalaman depan rumahnya
- abarnya
harga BBM akan naik bulan ini
- Arman
sedang duduk di kursi goyang
- Neny
sedang menggulung tikar
- Tangan
adikku terbakar ketika bermain api
- Tangan
kanan Ihsan terkilir
- Usman
mengumpulkan daun yang gugur
Contoh Kalimat Konotasi
- Zakia merupakan
anak emas dalam keluarganya (anak emas: anak yang paling disayang)
- Karena besar
kepala, Robert dijauhi teman-temannya (besar kepala:sombong)
- Meskipun Johan
belum berhasil, johan tidak gigit jari (gigit jari: kecewa)
- Kamu itu jangan
seperti air di atas daun talas (tidak tepat pendirian)
- Setiap
permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin (hati
dingin: sabar)
- Saya sangan
mengenal Fitri, dia ringan tangan dan baik (ringan tangan:
rajin/suka menolong)
- Para tikus
kantor seharusnya tidak dihukum terlalu ringan (tikus kantor: koruptor)
- Anastasya berat
hati menerima cobaan itu (berat hati: tidak ikhlas)
- Alini anak kutu
buku dan terus mendapat juara (kutu buku: rajin)
- Gayus sedang
duduk di kursi pesakitan (kursi pengadilan)
- Daniel bagaikan musuh
di dalam selimut (orang dekat yang berkhianat)
- Meskipun kaya
Anton tidak tinggi hati, (tinggi hati: sombong)
- Fadlan tak ingin
sombong meski berada di kursi empuk di kantornya (kursi empuk: jabatan
yang bagus)
- Mukhlis hidup sebatang
kara ( sebatang kara: sendirian / tanpa keluarga)
- Rumah Paijo
hangus di lalap si jago merah (si jago merah : Api)
- Para pedagang
tersebut gulung tikar (gulung tikar: bangkrut)
- Benny orang yang
pandai bersilat lidah (bersilat lidah: pandai berbicara/pandai mencari
alasan)
- Dian hanya
sebagai sapi perah bagi bosnya (sapi perah: dimanfaatkan saja)
- Irfan meruapakan
keturunan darah biru (darah biru: bangsawan/terhormat)
- Anisa menjadi buah
bibir semenjak sukses mendirikan toko kue (buah bibir: pembicaraan
orang banyak)
- Ahmad angkat
kaki dari kosnya (Angkat kaki: pindah/keluar)
- Kenaikan BBM
bukan hanya kabar angin (kabar angin: isu/tidak pasti
kebenarannya)
- Ternyata dia
adalah maling kelas kakap yang sudah insyaf (kelas kakap: hebat/berkuasa)
- Didin sudah tau akal
bulus Bejo (akal bulus: licik/ penipu)
- Dian bisa kerja
di kantor tersebut karena ada orang dalam (orang dalam: kerabat atau
kenalan yang berwenang )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar